Apa Sebenarnya Manfaat Mencukur Kumis Bagi Kesehatan Kita?

Rasulullah SAW jarang sekali sakit, beliau lebih mengedepankan Mencegah Penyakit daripada Mengobati. Proses pencegahan penyakit ala nabi ini salah satunya adalah dengan menjalankan pola hidup bersih.

Kita semua tahu bahwa :

“Kebersihan itu adalah sebagian dari iman” (HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidz)

Pun kita sadar bahwa :

“Kebersihan adalah pangkal kesehatan.”

Salah satu pola hidup bersih yang Rasulullah terapkan adalah mencukur kumis dan memanjangkan jenggot. Selain alasan agar ummat Islam identitasnya berbeda dengan orang-orang musyrik, seperti yang Rasul katakan pada hadits berikut ini:

“Bedakanlah kalian dengan orang-orang musyrik, yaitu banyakkanlah jenggotmu dan pangkaslah kumismu,” (HR Bukhari).

Pernah pada suatu peristiwa di zaman Rasulullah, ada dua orang utusan penguasa Persia menghadap Rasulullah SAW. Penguasa Persia saat itu bernama Kisra. Kedua orang utusan ini memiliki kumis yang lebat. Jenggot mereka tampak tercukur.

Melihat hal tersebut, Rasulullah bertanya, “Siapa yang memerintahkan kalian memanjangkan kumis dan mencukur jenggot?”

Para utusan itu menjawab, “Tuan kami Kisra yang memerintahkan.”

Lalu Rasululllah bersabda:

”Akan tetapi, Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.” (HR. Thabrani, Hasan. Dinukil dari Minal Hadin Nabawi I’faul Liha).

Betapa tidak sukanya Rasulullah melihat orang yang memanjangkan kumis dan mencukur jenggotnya. Rasul tidak suka karena hal itu dapat merusak kesehatan kita sendiri.

Selain agar ummat Islam berbeda penampilannya dengan kaum musyrik, alasan penting lainnya adalah masalah kesehatan kita.

Kumis yang panjang apalagi sampai menutupi bibir membuat kuman-kuman menempel di bulu-bulu kumis. Kuman-kumai  yang menempel inilah yang menjadi cikal-bakal membahayakan tubuh kita. Kuman di atas bibir akan masuk dengan mudah ke dalam tubuh lewat mulut.

Tuh kan betapa baiknya Rasulullah SAW kepada kita, sampai hal yang tampaknya kecil, sepele, malah menjadi perhatian besar nabi kita Muhammad SAW.

Lagi pula kumis yang tercukur rapi membuat nyaman, tampak sopan, santun, rapi, bersih, dan indah dipandang.

Bukankah kita sama-sama tahu bahwa :

”Sesungguhnya Allah SWT itu indah. Dia menyukai keindahan. Allah itu baik, Dia menyukai kebaikkan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan.” (HR. Tirmidz).

 

Ini dia cara mencukur kumis yang aman agar tidak terluka oleh goresan alat cukur:

  • Sediakan air hangat

Air hangat dibutuhkan untuk merendam handuk kecil. Handuk kecil digunakan untuk membasahi bagian bagian bibir yang ditumbuhi oleh kumis. Tempel-tempelkan handuk hangat pada bagian yang akan dicukur.

  • Sabun

Setelah itu, olesi kumis dengan sabun. Sabun akan membuat kumis mudah dicukur, karena kulit menjadi licin. Hal ini juga untuk menghindari terjadinya iritasi pada kulit.

  • Air panas

Sebelum mencukur kumis, rendamlah dulu pisau cukur ke dalam air panas. Hal ini akan membuat kegiatan mencukur jadi lebih cepat dan efektif.

  • Alat cukur

Gunakan alat cukur yang tajam. Cukurlah bagian kumis yang dilapisi oleh sabun. Jika sabun berkurang, oleskan lagi sabun pada kumis yang belum dipotong. Cukurlah kumis dengan hati-hati dan rapi.

  • Bersihkan alat cukur

Rendam pisau cukur dengan air panas, agar kuman-kuman yang menempel di alat cukur jadi ikut mati dan hilang.

 

Dan taraaaa… wajah anda akan tambah bersinar penuh pesona dengan niat mencukur kumis demi mengikuti sunnah nabi dan tuntunan Alloh SWT. Semoga Alloh ridho. Aamiin.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*
Website