JAM MAKAN TERBAIK DAN TERBUKTI MENYEHATKAN

Tulisan ini pernah saya posting di blog pribadi saya pada 

Urusan makan bukan urusan sepele. Karena sehat atau tidaknya tubuh kita tergantung pada apa yang kita makan. Untuk itu mulai sekarang berhati-hatilah dalam memilih makanan dan menentukan jam makan yang tepat bagi tubuh kita. Warning dari saya pilihlah “Makanan Sehat” saja jika ingin selamat. Ups jangan memperhatikan kesehatan diri sendiri saja, tetapi perhatikan juga “Bekal Anak” jika yang sudah punya anak tentunya. Agar sekeluarga sehat semua.

Makanan yang bagaimana yang tepat untuk tubuh kita? Saya rasa kebanyakan dari kita sudah tahu jenis makanan sehat yang baik untuk tubuhnya masing-masing. Saat ini saya ingin berbagi pengalaman tentang jam makan yang terbaik dan terbukti menyehatkan. Beneran deh, suer hehehe…

By the way, pernahkan anda mendengar ungkapan, “Makan sedikit yang penting sering?” Ungkapan ini sering kali saya dengar, apalagi untuk saya yang punya riwayat maag akut dan asam lambung yang tinggi. Saya diultimatum untuk sering-sering makan walaupun sekali makan sedikit saja. Saya manut, karena pada dasarnya saya tergolong penurut xixixi… Padahal saya tak mengerti itu ungkapan dasar ilmiahnya dari mana. Pyuuuhhh… parah ya saya main manut saja.

Lah emang ungkapan itu benar apa salah?

Sangking manutnya saya pada ungkapan itu, setiap kali saya merasa perut perih, saya makan. Entah itu jam berapa pun saya makan. Pokoknya saya harus makan. Tuh kan saya makhluk penurut pake banget. Sampai suatu hari tiba-tiba jleeebbb… ni muka seperti kebas, tebal. Dada sesak, seperti serangan dadakan. Saya cukup panik. Padahal saat itu saya sedang makan malam dengan sedikit nasi. Saya lupa tepatnya jam berapa, yang saya ingat kurang lebih sekitar jam sembilanan malam. Sebagai ibu yang menyusi saat itu, memang terkadang perut terasa lapar terus. Wajarlah jika saya ‘merasa’ harus makan sering walau sedikit.

Peristiwa itu ternyata efek dari asam lambung yang tinggi. Dan saya belum menyadari bahwa itu efek dari jam makan yang salah. Di satu malam yang berbeda, perut kembali ribut minta diisi, perih. Saya kembali makan walau sedikit. Usai makan, kondisi saya kondusif. Tetapi tiba-tiba pagi harinya jleeebbb perut, pinggang, dada saya terasa sesak. Ada apa ini? Saya panik. Seisi rumah pun ikut panik. Saya pun dibawa ke klinik. Hasilnya… asam lambung naik akibat makan berat lewat jam 9 malam. Oh… My… God…

Sejak saat itu saya tidak percaya lagi dengan ungkapan ‘Makan sedikit yang penting sering’. Ampuuunnn… Saya kapok.

Sampai suatu hari saya bertemu dengan seorang pakar thibbun nabawi (pengobatan ala nabi). Beliau cerita bahwa jam makan yang baik itu seperti ini :

  • Waktu terbaik untuk sarapan adalah usai shalat subuh. Selanjutnya setelah shalat dhuha. Antara jam 5.30 sampai jam 8.30 pagi.
  • Makan siang setelah shalat Dzuhur. Sekitar jam 12.30 atau jam 1 siang.
  • Makan malam setelah shalat Maghrib. Antara jam 7 sampai jam 8 malam. Jangan makan setelah shalat Isya yaitu jam 9 ke atas.

Beliau bilang, jam makan seperti itu menyesuaikan dengan pola jam kerja sistem metabolisme tubuh kita. Pola jam kerja sistem metabolisme tubuh? Apaan tuh?

Ternyataaa… saya selama ini tahunya makan saja. Tidak paham bahwa didalam tubuh kita juga ada proses masak memasak. Seperti kita yang biasa mengolah bahan makanan mentah, menjadi makanan masak yang siap disantap. Tubuh kita pun melakukan hal yang sama agar bisa diserap gizinya oleh tubuh. Ingat kan petuah yang bilang bahwa tubuh kita adalah apa yang kita makan. Sel-sel tubuh kita tumbuh sesuai dengan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.

eat-to-live

COBA DEH PERHATIKAN POLA JAM KERJA SISTEM METABOLISME TUBUH KITA BERIKUT INI:

  • Antara Jam 04 pagi sampai jam 12 siang merupakan jam Kinerja Sistem Pembuangan

Pada jam-jam ini tubuh kita membuang sampah sisa-sia proses pengolahan dan penyerapan makan yang kemarin. Nah pada saat ini alangkah baiknya mengkonsumsi makanan yang mengandung enzim dan serat. Salah satunya bisa diawali dengan minum madu yang diseduh air dingin biasa. Setelahnya bisa sarapan dengan memperbanyak makan berserat.

  • Antara Jam 13 siang sampai jam 21 malam merupakan Jam Pengasaman

Pada jam-jam ini sistem pencernaan bekerja keras mengolah makanan. Apa yang kita makan dimasak oleh tubuh kita pada jam-jam ini. Untuk membantu lancarnya proses sistem pencernaan ini diperlukan zat asam yang baik bagi tubuh. Proses pengasaman mulai terjadi 2 jam setelah sarapan. Dan puncak pengasaman terjadi hingga waktu ashar (sekitar jam 4 sampai jam 5 sore).

  • Jam usus berikutnya adalah jam 21 malam sampai jam 4 dini hari adalah Fase Penyerapan

Pada jam-jam ini tubuh melakukan proses menyerap makanan yang kita makan sebelumnya. Pada saat-saat seperti ini seharusnya sudah tidak ada lagi kegiatan makan. Jam-jam ini tubuh kita sudah bekerja pada tahap menyerap makanan. Jadiii… jika kita makan pada jam-jam ini dampaknya akan mengganggu sistem pencernaan, makanan tidak terserap oleh tubuh, hanya akan menjadi sampah yang menumpuk di dalam tubuh kita.

 

Sekarang pahamlah saya bahwa saya harus makan sesuai dengan jam kerja tubuh kita. Seperti halnya jika anda bekerja di kantor, anda harus mematuhi jam kantor bukan? Anda harus masuk kantor jam 8 misalnya, lalu istirahat jam 12, dan pulang kantor jam 5 sore. Sistem jam kerja kantor harus kita ta’ati jika ingin tetap bekerja di kantor tersebut. Sama halnya dengan sistem jam makan tubuh kita yang harus kita ta’ati jika ingin tetap hidup sehat.

Well… sejak itu saya manut dan mulai menerapkan jam makan. Dan saya tidak salah lagi dalam menentukan jam makan yang tepat dan terbukti menyehatkan.*

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*
Website